Gunung Raung

Gunung Raung

Gunung Raung adalah sebuah gunung yang terletak di ujung timur pulau Jawa. Gunung dengan ketinggian 3.332 m.dpl ini mempunyai kaldera dengan kedalaman 500 meter, selalu berasap dan sering menyemburkan api. Gunung Raung termasuk gunung berapi yang masih aktif dengan kaldera di puncaknya dan kelilingi oleh banyak puncak kecil, Menurut catatan letusan terdahsyat terjadi pada tahun 1638. Gunung strato volcano ini secara geografis terletak di Kabupaten Banyuwangi, Jember dan Bondowoso, secara astronomis terletak pada 08° LU-07° LS dan 114° BB-021°BT.

Gunung Raung merupakan bagian dari kelompok pegunungan Ijen yang terdiri dari beberapa gunung, diantaranyal gunung.Suket (2.950mdpl), gunung.Raung, (3.332mdpl), gunung.Pendil (2.338), gunun.Rante (2.664), gunung.Merapi (2.800), gunung.Remuk (2.092), dan Kawah Ijen. Keindahan gunung raung dapat kita lihat dari pulau dewata Bali, tepatnya ketika kita berada di pantai Lovina Singaraja Bali Utara pada akhir siang atau ketika sunset di Lovina Beach.

Jalur Pendakian
Untuk mencapai puncak Gunung Raung, Jalur dari arah Bondowoso-Sumber Wringin adalah jalur paling sering digunakan sebagai jalur pendakian, sedangkan jalur dari arah Banyuwangi-Bajulmati jarang dilalui karena medan pendakian yang cenderung menanjak dan curam. Dari arah Bondowoso kita menuju ke Wonosari dengan minibus lalu kita teruskan menuju ke desa Sukosari. Dari desa Sukasari kita teruskan ke desa Sumber Wringin dengan naik kendaraan angkutan pedesaan. Perjalanan membutuhkan waktu 1,5 jam.

Di desa Sumber Wringin kita turun di pasar Sumber Wringin, lalu jalan menuju ke arah Pondok Motor yang letaknya sekitar 1jam dari Sumber Wringin, melalui pepohonan pinus yang tertata rapi dan di perjalanan akan menjumpai beberapa pondok di ladang penduduk yang dapat digunakan untuk beristirahat. Bisa juga menggunakan kendaraan milik perkebunan kopi untuk menuju Pondok Motor.

Di Pondok Motor akan dijumpai sebuah pondok pendaki. Dari tempat ini pendakian dimulai melewati tegalan sejauh 500m ke arah Tenggara. Kemudian dilanjutkan perjalanan selama 30 menit kita akan mencapai ketinggian 1300m.dpl. Pada ketinggian ini akan dijumpai pertigaaan jalur menuju gunung Suket ke arah Timur yang sekarang telah ditutup. Dari sini, menuju ketinggian 1600m.dpl memakan waktu kurang lebih 30 menit.

Pendakian dilanjutkan menuju Pondok Sumur (1750 m.dpl). Dari Pondok Sumur, perjalanan mulai sulit karena jalur tertutup semak belukar.setelah itu kita akan melewati hutan cemara dan pakis serta padang rumput, setelah itu kita akan mencapai Pondok Demit. Dari Pondok Demit, pendakian dilanjutkan menuju Pondok Mantri, yang memakan waktu sekitara 7 jam. Pondok Mantri (2900m.dpl) merupakan perbatasan hutan dengan batuan sebelum puncak. Di tempat ini kita dapat mendirikan tenda untuk bermalam. Dari Pondok Mantri pendakian dilanjutkan melewati medan batuan menuju puncak gunung Raung. Total pendakian dibutuhkan waktu sekitar 9 jam.dan turunnya di perlukan 5 jam.

Puncak Gunung ini berupa gigir kaldera. Kawahnya sangat luas dan dalam serta sangat curam. Sesungguhnya masih ada titik tertinggi lain, namun kita tidak dapat menuju ke sana, karena tidak terdapat jalur serta dibutuhkan perlengkapan yang memadai. Di puncak sering bertiup angin kencang disertai hujan, menyebabkan udara sangat dingin. Suhu dapat mencapai 2-10 derajat celsius. Pakaian hangat sangat diperlukan dalam pendakian.
Dalam pendakian gunung Raung, tidak terdapat mata air. Persediaan air sebaiknya disiapkan dari desa Sumber Wringin atau di Sumber Lekan. Para pendaki hendaknya melaporkan diri kepada aparat Perhutani di Desa Sumber Wringin.
Biasanya kebanyakan pendaki melewati rute utara jalur sumber wringin untuk sampai ke puncak gunung raung, namun jalur tersebut hanya menghantarkan sampai bibir kawah utara gunung raung yang saling berhadapan dengan puncak sejati raung.



Sumber : http://capsulx368.blogspot.com/
Previous
Next Post »

Silahkan berkomentar dengan sopan dan sewajarnya... ConversionConversion EmoticonEmoticon

Thanks for your comment